Kamis, 29 Desember 2011

Siklus Hidup Lalat Buah (Drosophila melanogaster)

Siklus hidup lalat buah di mulai dari Pengamatan Perkembangan setelah fertilisasi, yang terdiri dari dua periode. Periode pertama adalah periode embrionik di dalam telur pada saat fertilisasi hingga penetasan telur menjadi larva muda (proses ini berlangsung sekitar 24 jam). Periode kedua adalah periode setelah menetas dari telur atau periode postembrionik. Periode ini dibagi dalam tiga tahap yaitu larva, pupa, dan imago.
Hari pertama yaitu hari rabu, 2 November 2011 pukul 07.30 masih dalam tahap sterilisasi yang dilakukan di dalam labolatorium, sehingga belum muncul perubahan. Hari Kamis, lalat sudah terjebak ke dalam botol perangkap (tape-pisang), kemudian dipindahkan ke dalam botol kultur. Pada hari jumat, yaitu hari pertama (±24 jam) setelah lalat dipindahkan, sudah terdapat sekitar 50 bercak-bercak kecil berwarna putih, yang disebut sebagai telur. Pada hari ini terjadi periode pertama (periode embrionik). Kemudian pada hari Sabtu-Rabu depannya (9 November 2011), merupakan periode postembrionik. Pada hari Sabtu, sebagian telur menetas menjadi larva. Bentuknya lebih panjang daripada pada fase telur (lonjong) dan berwarna putih bening. Pada hari ini, terjadi fase larva instrar I. Hari Minggu,terdapat kurang lebih 20 larva yang berukuran lebih besar, yaitu sekitar 2mm, berwarna putih dan mampu bergerak (menggeliat). Pada hari ini terjadi fase larva instrar II. Sedangkan pada hari Senin terjadi fase larva instrar III, dimana larva berubah warna menjadi agak kecoklatan, berukuran sekitar 4mm dan mulai bergerak menuju tempat yang kering, yaitu diding botol. Larva bergerak menuju tempat kering (dinding botol) menunjukkan perilaku pada tahap pre-pupa. Pada hari selasa, terdapat 13 pupa yang menempel pada dinding botol, berwarna putih dan tidak dapat bergerak lagi (melekat). Pada hari Rabu, yang merupakan hari terakhir pengamatan, pupa yang tinggal berjumlah sekitar 7 pupa menjadi warna coklat dan tetap menempel pada dinding botol.
Pengamatan hanya dilakukan sampai hari Rabu, padahal tidak lama lagi akan terbentuk imago (lalat dewasa) yangberasal dari 7 pupa-pupa tersebut (jika tidak ada yang terdegenerasai). Kira-kira dibutuhkan waktu sekitar 3-4 hari lagi hingga menjadi lalat Drosophila baru yang siap terbang. Berdasarkan referensi, daur hidup Drosophila yaitu :
Tahapan
Ciri-ciri
Umur
Telur
Berbentuk bulat lonjong, ukuran sekitar ± 0.5 mm, berwarna putih susu, pada ujung anteriornya terdapat dua tangkai kecil menyerupai sendok yang berfungsi agar telur tidak tenggelam, biasanya terdapat pada permukaan media.
± 24 jam
Larva instar 1
Berbentuk lonjong pipih, berwarna putih bening, berukuran ± 1 mm, bersegmen, berbentuk dan bergerak seperti cacing, belum memiliki spirakel anterior.
Larva instar 2
Berbentuk lonjong pipih, berwarna putih, berukuran ± 2 mm, bersegmen, berbentuk dan bergerak seperti cacing, memiliki mulut dan gigi berwarna hitam untuk makan, memiliki spirakel anterior.
± 2 hari
Larva instar 3
Berbentuk lonjong pipih, berwarna putih, berukuran ± 3-4 mm, bersegmen, berbentuk dan bergerak seperti cacing, memiliki mulut dan gigi berwarna hitam lebih besar dan jelas terlihat dibanding larva instar 2, memiliki spirakel anterior dan terdapat beberapa tonjolan pada spirakel anteriornya.
± 3 hari
Prepupa
Terbentuk setelah larva instar 3 merayap pada dinding botol, tidak aktif, melekatkan diri; berwarna putih; kutikula keras dan memendek; tanpa kepala dan sayap
± 4 hari
Pupa
Tidak aktif dan melekatkan diri pada dinding botol, berwarna coklat, kutikula keras, memendek, dan besegmen.
± 5 hari
Imago
Tubuh terbagi atas cephla, thorax, dan abdomen; bersayap transparan; memiliki mata majemuk biasanya berwarna merah; dan ciri-ciri lainnya menyerupai ciri lalat buah dewasa
± 9 hari
Gambar terlampir
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pada siklus hidup Dhrosophila melanogaster antara lain:
1. Suhu lingkungan
Lalat buah mengalami kondisi siklus hidup dan pertumbuhan yang optimal sekitar 8-11 hari apabila berada pada suhu 25o-28oC. Waktu perkembangan yang paling pendek (telur-dewasa), adalah 7 hari, dan dicapai pada suhu 28° C. Perkembangan meningkat pada suhu yang lebih tinggi, yaitu sekitar 30° C, selama 11 hari, hal tersebut berkaitan dengan pemanasan tekanan. Pada suhu 25° C tersebut, lama harinya umumnya adalah sekitar 8.5 hari, sedangkan pada suhu 18° C lama harinya sekitar 19 hari dan pada suhu 12° C lama hari perkembangannya adalah 50 hari. Pada suhu 30o ,lalat buah dewasa yang dihasilkan akan steril.
2. Nutrisi makanan
Kekurangan nutrisi atau makanan akan menyebabkan jumlah telur yang dihasilkan menurun dan pertumbuhannya menjadi lambat. Lalat buah yang kekurangan nutrisi juga akan menghasilkan larva-larva yang kecil, pupa yang kecil dan seringkali gagal tumbuh menjadi lalat dewasa atau menghasilkan individu dewasa yang akan menghasilkan sedikit telur.
3. Tingkat Kepadatan
Pengisian botol medium sebaiknya dengan menggunakan medium buah yang cukup dan tidak terlalu banyak. Jumlah lalat buah dalam botol medium juga mempengaruhi kualitas pertumbuhan lalat buah, yang dikembangkan dalam botol media cukup hanya beberapa pasang saja. Dengan kondisi yang ideal, lalat buah dapat hidup hingga 40 hari. Kondisi botol yang terlalu padat akan menurunkan jumlah telur yang dihasilkan dan menurunkan lama hidup suatu individu (tingkat kematian meningkat).
4. Intensitas cahaya
Dhrosophila melanogaster menyukai daerah yang remang-remang. Intensitas cahaya yang tinggi akan menyebabkan fase bertelur yang terlambat. Intensitas cahaya yang gelap (rendah) akan menyebabkan pertumbuhannya menjadi lambat.
5. Medium
Kekentalan dan keenceran dari suatu medium akan mempengaruhi pertumbuhan dari Dhrosophila melanogaster. Pengenceran medium akan mempengaruhi jumlah telur yang dihasilkan namun tidak berpengaruh pada siklus hidupnya. Tingkat dan lamanya waktu hidup akan berkurang apabila lalat dewasa berada pada medium yang sangat encer.
Pada Drosophila jantan dan betina memiliki perbedaan yang mencolok, yaitu:
NO
JANTAN   (♂)
BETINA  (♀)
1.
Ukuran tubuh lebih kecil dari betina
Ukuran tubuh lebih besar dari jantan
2.
Sayap lebih pendek dari sayap betina
Sayap lebih panjang dari sayap jantan
3.
Memiliki 3 ruas abdomen
Memiliki 6 ruas abdomen
4.
Pada bagian kaki memiliki rambut-rambut, yang disebut sisir kelamin (sex comb)
Tidak memiliki sisir kelamin(sex comb)

5.
Ujung abdomen tumpul dan lebih hitam
Ujung abdomen runcing

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar